Viral Konten Nenek Mandi Lumpur, TikTok Indonesia Menghimbau Penggunanya Tidak Bikin Konten Berbahaya

Carauhuy.com – Belakangan ini, warganet Indonesia dihebohkan dengan adanya konten “mandi lumpur” yang disiarkan langsung di platform TikTok.

Dalam siaran live tersebut, tampak seorang nenek yang duduk dan mengguyur badannya dengan air di kolam kecil berukuran 1,5 meter x 1 meter. Nenek tersebut bukanlah si pemilik akun Tiktok, melainkan hanya sebagai pemeran dalam konten.

Pemilik akun TikTok tersebut membuat challenge atau tantangan tertentu yang akan dilakukan oleh pemeran agar mendapatkan “sumbangan”, seperti berendam di sungai pada dini hari dan mengguyur dengan lumpur alias mandi lumpur.

Hal ini mengundang komentar dari TikTok sebagai platform. Menurut perwakilan TikTok Indonesia, pihaknya turut prihatin atas konten-konten mandi lumpur yang seolah “mengemis online” belakangan ini.

TikTok Indonesia sebenarnya tidak membatasi pengguna di semua usia, termasuk lansia, membuat konten atau melakukan siaran langsung di TikTok Live.

Namun, mereka meminta pengguna untuk sadar diri dan tidak membuat konten yang membahayakan keselamatan mereka sendiri, begitu juga pengguna lainnya.

“Sehubungan fenomena tersebut (mandi lumpur), kami sangat prihatin atas konten tersebut. TikTok tidak menyarankan anggota komunitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dapat membahayakan mereka,” ujar perwakilan TikTok Indonesia ketika dihubungi oleh Tim Carauhuy, Senin (23/1/2023).

Adapun peraturan keselamatan dan keamanan konten yang beredar di TikTok, lanjut Perwakilan TikTok Indonesia, sudah tertuang dalam kebijakan, sistem, serta edukasi di Panduan Komunitas TikTok yang bisa di tautan berikut ini.

Selain menghindari konten berbahaya, TikTok Indonesia juga mengimbau para pengguna di TikTok untuk turut berpartisipasi dalam menjaga platform video pendek tersebut sebagai tempat yang aman dan ramah bagi semua orang.

Dengan kata lain, apabila pengguna menemukan konten TikTok atau TikTok Live yang dianggap tidak pantas, mereka bisa melaporkan konten tersebut dengan fitur yang tersedia.

“Pengguna dapat melaporkan suatu konten siaran langsung dengan menekan lama pada konten siaran langsung di TikTok Live, mengeklik ‘Laporkan’, lalu memilih alasan yang relevan,” jelas perwakilan TikTok Indonesia.

“Dari video (termasuk akun dan sesi livestreaming) yang dilaporkan, video yang diduga melanggar Panduan Komunitas TikTok akan dievaluasi lebih lanjut untuk dihapus,” pungkas TikTok Indonesia.

Edaran menindak “pengemis online”

Fenomena mengemis online ekstrem yang melibatkan lansia ini mencuri perhatian Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Bahkan, ia baru-baru ini menerbitkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menindak fenomena pengemis online, terutama lansia, yang marak di aplikasi TikTok.

Seperti diketahui, lansia memang salah satu kategori masyarakat (cluster) yang menjadi tanggung jawab dan perhatian Kementerian Sosial (Kemensos) di Tanah Air.

Leave a Comment